“Terima kasih kepada SETARA Institute atas kepercayaan ini, sehingga Kota Semarang kembali menjadi bagian dari kota dengan skor toleransi tertinggi di Indonesia. Bagi kami ini bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa merawat keberagaman adalah kerja yang tidak pernah selesai,” ujarnya.
Prestasi tahun 2025 ini sekaligus memperpanjang tren positif Semarang dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data, Semarang terus menunjukkan peningkatan peringkat, dari posisi ke-12 pada 2021, naik ke peringkat 7 pada 2022, kemudian ke peringkat 5 pada 2023, hingga menembus posisi tiga besar pada 2024 dan bertahan di posisi tersebut pada 2025.
Menurut Agustina, konsistensi ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah kota dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Ia menggambarkan keberagaman di Semarang sebagai taman yang terus dirawat.












