Pengelola Ambulans Umat juga menerapkan sistem subsidi silang. Warga yang kurang mampu dapat memanfaatkan layanan tersebut secara gratis.
Sementara bagi warga yang memiliki kemampuan secara ekonomi, diberikan kesempatan untuk berinfak secara sukarela guna membantu keberlangsungan operasional dan perawatan armada.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas.
Menurutnya, keberadaan ambulans tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kebutuhan masyarakat dapat dijawab melalui semangat kebersamaan.
“Ambulans ini murni lahir dari kepedulian jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas. Warga kurang mampu gratis, yang mampu berinfak. Inilah bentuk gotong royong dan kemandirian warga yang sangat baik,” ujar Iswar.
Ia menilai, inisiatif masyarakat seperti Ambulans Umat turut membantu memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke tingkat lingkungan.












