“Smart city bukan perlombaan membuat aplikasi sebanyak-banyaknya. Yang terpenting adalah bagaimana data dimanfaatkan untuk mengambil keputusan, teknologi menjadi alat menyelesaikan masalah, dan hasil akhirnya benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Pemkot Semarang terus mengevaluasi berbagai aplikasi layanan milik perangkat daerah agar tidak berjalan secara terpisah.
Seluruh layanan digital diarahkan untuk terintegrasi dalam satu platform utama, yakni aplikasi Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG’s), sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.
Agustina menekankan bahwa keberhasilan sebuah layanan digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat.












