“Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki uniqueness, saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik. Sikap mental itulah yang akan menguatkan kalian untuk bertanding dengan perasaan yang lebih bebas,” tutur Agustina.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para peserta yang telah menjalani persiapan panjang sebelum memasuki arena MTQ nasional.
Salah satunya disampaikan Aulia Ais, peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Alumni UIN Walisongo tersebut mengaku telah menjalani proses seleksi dan latihan sejak Januari.
Dalam ajang tersebut, Aulia membawa karya ilmiah yang mengangkat tema pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama.
Ia berharap gagasan yang disampaikan melalui karya tersebut tidak berhenti sebagai materi perlombaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya menjalani seleksi dan latihan sejak Januari. Kuncinya yang pertama adalah konsisten. Yang kedua tidak sombong atau tidak jemawa,” ungkap Aulia.












