Menurutnya, perkembangan teknologi AI tidak dapat diabaikan dalam dunia pendidikan.
Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung produktivitas dan menyelesaikan tugas akademik sesuai standar yang ditetapkan.
“Tidak bisa ditinggalkan penggunaan AI itu, tapi pada prinsipnya harus dimaksimalkan supaya tugas-tugas akhir mahasiswa itu dapat selesai sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Junaidi menambahkan, workshop serupa direncanakan digelar secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu tanpa mengesampingkan kualitas karya ilmiah.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran dan penulisan ilmiah secara efektif.
Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap memperhatikan kejujuran akademik, ketepatan data, serta tanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan.












