Menurutnya, keberadaan pengurus di tingkat basis tidak sekadar untuk kepentingan organisasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir Musran dan Musanran se-Kota Semarang. Kami mungkin menjadi satu-satunya partai saat ini yang telah menyusun kepengurusan hingga anak ranting di tingkat RW,” ujar Endro.
Ia berharap struktur organisasi yang semakin lengkap dapat membuat kader PDI Perjuangan lebih aktif berada di tengah masyarakat.
Dengan begitu, aspirasi maupun persoalan warga dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
“Dengan struktur yang kokoh ini, harapannya kami semakin sering turun ke bawah, sensitif terhadap kesulitan rakyat, dan menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Bagi Endro, keberadaan kader di tengah masyarakat harus dibuktikan melalui kerja nyata.












