SEMARANG, (Repronews.id) – Linimasa media sosial di Semarang dan Jawa Tengah belakangan terasa semakin riuh. Bukan oleh promo atau kabar hiburan, melainkan oleh munculnya akun-akun anonim yang rutin mengunggah “bocoran” dan narasi seputar isu pemerintahan, politik, hingga dugaan internal lembaga.
Akun-akun tersebut umumnya menggunakan nama sederhana seperti “Dinas A”, “Dinas B”, hingga variasi lain yang menyerupai kode pilihan ganda.
Meski sederhana, konten yang diunggah kerap memantik perhatian publik karena menyentuh isu sensitif, mulai dari dugaan praktik internal pemerintahan, kritik terhadap lembaga, hingga sindiran politik.
Bahasa yang digunakan cenderung tegas dan meyakinkan, seolah berasal dari sumber internal yang mengetahui situasi secara langsung.
Namun, seluruh unggahan itu tidak disertai identitas jelas. Foto profil kerap berganti, sementara informasi akun nyaris tidak memberikan petunjuk siapa pengelolanya.












