Usai acara, Agustina mengaku terkesan melihat antusiasme ratusan anak yang tampil membawakan beragam pertunjukan seni.
Baginya, keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi energi positif bagi Kota Semarang sekaligus pesan kuat untuk membangun budaya yang bebas dari perundungan.
Menurutnya, semangat positif tersebut perlu terus disebarluaskan agar mampu menginspirasi anak-anak lain yang mungkin masih merasa takut untuk tampil atau menyampaikan pendapat.
“Semangat anak-anak ini akan mampu memberi energi tambahan bagi tujuan Kota Semarang. Apalagi kalau keceriaan dan semangat mereka ini diabadikan oleh teman-teman media kemudian masuk ke media-media sosial nanti akan menular kepada anak-anak yang mungkin hari ini masih bersembunyi. Kepada anak-anak yang mungkin tadi seperti dicontohkan masih membully temannya ini akan berangsur-angsur akan menjadi hilang,” katanya.












