Kawasan Industri Candi, BSB, serta pertumbuhan permukiman di sekitar Ngaliyan menjadikan koridor Silayur sebagai jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, keterbatasan ruang jalan akibat proses pembebasan lahan yang belum sepenuhnya tuntas turut memengaruhi lebar efektif jalan di beberapa titik.
Kondisi tersebut menyebabkan ruang gerak kendaraan menjadi terbatas dan memperbesar potensi hambatan lalu lintas, terutama ketika kendaraan berat melintas secara bersamaan.
Agustina menegaskan, Pemerintah Kota Semarang tidak tinggal diam dan telah melakukan berbagai langkah penanganan secara bertahap melalui lintas organisasi perangkat daerah (OPD) bersama instansi terkait.
Sejumlah penanganan teknis telah dilakukan, di antaranya pemasangan perlengkapan jalan, penambahan dan penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut, serta penambahan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) dan rambu informasi jam operasional kendaraan berat.












