“Kami ingin negara hadir melalui Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang selama ini mengabdikan diri melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan,” ujar Agustina, Selasa 7 Juli 2026.
“Peran modin, guru mengaji, guru madrasah, marbot, dan seluruh penggerak keagamaan sangat besar dalam menjaga harmoni sosial dan membangun karakter masyarakat. Sudah selayaknya mereka mendapatkan perhatian,” imbuhnya.
Perluasan penerima bisyaroh menyasar berbagai kelompok. Guru Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) meningkat dari 3.000 menjadi 4.000 orang.
Guru Madrasah Diniyah (Madin) bertambah dari 1.000 menjadi 1.390 orang, sementara petugas kemakmuran masjid atau marbot meningkat dari 531 menjadi 885 orang.
Pemerintah Kota Semarang bahkan menargetkan jumlah penerima dari kalangan marbot mencapai 1.000 orang pada 2027.
Tidak hanya itu, tahun ini menjadi momentum pertama bagi guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) untuk menerima bisyaroh.












