“Semua yang dia lakukan dia mengakui. Dia juga menyatakan menyesal dan mengaku perbuatannya dilakukan dalam kondisi dipengaruhi konsumsi alkohol,” ungkapnya.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan motif pasti di balik aksi brutal tersebut.
Penyidik masih mendalami keterangan tersangka, memeriksa barang bukti, serta mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Rudi menegaskan, proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh rangkaian tindak pidana yang dilakukan tersangka dapat terungkap.
“Penyidik masih mendalami motif dan seluruh rangkaian tindak kekerasan yang dilakukan terhadap korban,” katanya.
Kasus ini sebelumnya mengejutkan publik setelah keluarga korban menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.
Pengirim pesan tersebut mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi kritis.












