Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat memutuskan maju sebagai Wali Kota Semarang.
Menurutnya, keyakinan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penting yang mampu menggerakkan dukungan.
“Ketika saya memutuskan menerima, karena itu tugas dan saya harus menang, maka seluruh daya upaya dan lingkungan akan mendukung. Tapi kalau kita ragu, dukungan itu akan terbelah,” ujarnya.
Agustina menilai perempuan memiliki karakter kuat, seperti ketelitian, ketangguhan, dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara optimal.
Namun, potensi tersebut perlu diiringi keberanian untuk bertindak secara total.
Selain itu, Pemerintah Kota Semarang disebutnya terus berkomitmen menciptakan ruang yang aman dan setara bagi perempuan, termasuk dalam interaksi sosial sehari-hari di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap isu komunikasi dan pelecehan.
Sebagai wujud nyata, Pemkot Semarang menghadirkan berbagai program pemberdayaan, salah satunya “Waras Ekonomi” yang difokuskan pada penguatan pelaku UMKM yang mayoritas dijalankan perempuan agar dapat naik kelas dan berkelanjutan.












