Menurut Ribut, jenis bantuan yang dikirim tidak hanya berdasarkan ketersediaan barang, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Polda Jateng sebelumnya telah berkoordinasi dengan Wakapolda NTT untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan yang paling mendesak.
“Semalam saya sudah komunikasi dengan Wakapolda Nusa Tenggara Timur untuk merinci kebutuhan apa saja yang paling diperlukan saat ini di sana. Sebagian kita kirim melalui truk, dan sebagian bantuan akan menyusul,” katanya.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di lokasi, personel Polda Jateng yang diterjunkan juga akan membeli sejumlah barang yang dibutuhkan dari tempat terdekat.
Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Selain bantuan logistik, Polda Jateng turut menerjunkan tiga dokter dan lima personel untuk membantu penanganan trauma healing bagi masyarakat terdampak.












