Latihan digelar rutin tiga kali dalam sepekan dengan pendampingan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang.
Konsistensi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan kontingen Semarang merebut posisi teratas.
“Hasil juara umum atau juara satu tersebut cukup membuktikan bahwa proses pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh NPCI, yang juga dipandu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, cukup berhasil,” kata Nur.
Menurutnya, prestasi tersebut bukan sekadar soal perolehan medali. Lebih dari itu, keberhasilan para atlet pelajar menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas terus berkembang dan memiliki arah yang jelas.
Capaian para atlet Semarang juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang dalam memperkuat pembangunan kota yang inklusif.
Pemerintah ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk mengembangkan kemampuan, beraktivitas, dan meraih prestasi.












