Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa tingginya minat investor menjadi sinyal positif atas kepercayaan dunia usaha terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan proyek berbasis teknologi ramah lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah saat ini membutuhkan pendekatan baru yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
Ia menegaskan, pembangunan PSEL Semarang Raya merupakan langkah strategis untuk mendukung transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai daerah yang terbuka terhadap investasi hijau.












