“Melalui kunjungan langsung ke masyarakat, peserta akan melaksanakan silaturahmi, survei sosial, pendataan keluarga, observasi potensi desa, identifikasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem, serta berdialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga setempat,” jelas Amiroh.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperoleh gambaran kondisi riil masyarakat, tetapi juga memperkuat basis data dan pemetaan kebutuhan warga sebagai dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran.
Hasil survei dan kajian lapangan dari lima desa itu selanjutnya akan disusun menjadi White Paper atau kertas kebijakan yang memuat potensi, tantangan, rekomendasi program, serta strategi penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, dokumen tersebut diharapkan menjadi bahan advokasi sekaligus rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.












