Tim ini melakukan penelusuran terhadap sumber dugaan keracunan dengan mengamankan sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari korban sebagai bahan pemeriksaan laboratorium.
Hakam menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian karena seluruh sampel masih dalam proses pengujian.
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan,” katanya.
Selama proses penyelidikan berlangsung, Dinkes terus menjalin koordinasi dengan pihak SMK Negeri 6 Kota Semarang, penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi), Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor lainnya untuk mempercepat proses penelusuran.
Sebagai langkah antisipatif, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.












