Fenomena ini bukan hal baru dalam ekosistem media sosial di Indonesia. Namun, di Semarang, intensitas kemunculannya dinilai semakin sering dan berpengaruh terhadap pembentukan opini publik.
Informasi yang dibagikan bahkan kerap berasal dari isu yang belum terkonfirmasi, namun cepat menyebar melalui percakapan warganet dan grup percakapan daring.
Sebagian masyarakat menilai akun-akun tersebut berani mengungkap hal-hal yang jarang muncul di media arus utama.
Mulai dari isu proyek pemerintah, dugaan penyimpangan, hingga kabar internal pejabat. Namun di sisi lain, absennya identitas membuat validitas informasi sulit diverifikasi.
Dalam praktiknya, akun anonim seperti ini kerap memicu perdebatan publik. Tidak jarang, spekulasi berkembang liar, termasuk dugaan keterlibatan pihak tertentu di balik akun-akun tersebut.
Situasi ini kemudian melahirkan lingkaran tuduhan yang saling berbalas tanpa dasar yang jelas.












