Selain faktor sedimentasi, Agustina juga menyoroti keberadaan bangunan penyambung jalan masuk (PJM) yang menutup sebagian drainase dan menghambat aliran air.
Untuk kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengerukan secara manual.
“Kalau ada hambatan seperti akses tertutup, kami tangani dengan cara manual. Tapi kalau memungkinkan, kami gunakan alat berat agar lebih cepat,” jelasnya.
Ia menegaskan, respons cepat terhadap laporan warga merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) DPU, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Begitu ada laporan dan kondisi mendesak, kami instruksikan rekan-rekan DPU untuk langsung bergerak. Itu sudah menjadi SOP kami,” katanya.
Tak hanya di Jalan Gajah Raya, sejumlah wilayah di Semarang Timur juga menjadi prioritas penanganan, seperti Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, hingga kawasan Genuk yang kerap terdampak genangan.












