Untuk mendukung proses pembersihan, DPU menyiapkan berbagai peralatan berat, antara lain excavator long arm, excavator amphibi, backhoe loader, hingga dump truck untuk mengangkut hasil pengerukan.
“Kami sesuaikan alat dengan kondisi di lapangan. Kalau sungai, biasanya pakai excavator amphibi. Kalau drainase jalan, bisa pakai alat lain. Semua langsung kami angkut dengan dump truck agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Agustina menambahkan, pihaknya telah memiliki daftar prioritas pembersihan drainase yang disusun setiap tahun. Namun, laporan masyarakat tetap menjadi acuan penting dalam menentukan percepatan penanganan.
“Masyarakat bisa menyampaikan aduan melalui berbagai kanal yang tersedia. Nanti kami sesuaikan dengan tingkat urgensinya. Kalau memang prioritas, akan langsung kami tangani,” katanya.
Ia berharap langkah cepat ini mampu meminimalkan risiko genangan serta menjaga kelancaran aliran air, terutama di tengah curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah.***












