Mengusung tema Nguri-uri Kabudayan dan Pelestarian Tradisi, perayaan ini diawali dengan doa arwah jama’, khataman Al-Qur’an, serta malam tirakatan yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Puncak acara berlangsung melalui kirab kepala kerbau yang mengelilingi kawasan kampung nelayan, sebelum dilanjutkan prosesi larung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal TNI Angkatan Laut bersama Wali Kota Semarang.
Usai prosesi tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan ditutup pengajian akbar pada Senin, 11 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat nelayan yang tetap konsisten menjaga tradisi leluhur di tengah perubahan sosial dan pembangunan kawasan pesisir.
“Tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak pernah kehilangan akar budayanya. Larung sesaji menjadi cerita tentang karya, karsa, dan rasa, sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan atas limpahan berkah dari laut,” katanya.












