Selanjutnya, hasil identifikasi ditindaklanjuti melalui proses kurasi oleh Dekranasda serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM.
Pendampingan ini tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga mencakup akses jejaring, peningkatan kualitas produk, serta penguatan strategi pemasaran.
“Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya. Itu yang kita lakukan,” jelas Agustina.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga berencana menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini kurang optimal sebagai pusat ekonomi kreatif.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah kawasan Pasar Johar, yang akan difungsikan sebagai hub untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan ekosistem pasar, seperti hotel, perkantoran, dan sektor jasa lainnya.***












