“Dinas Sosial Kota Semarang sangat terbuka untuk berkolaborasi, baik dalam pengembangan program, dukungan sarana dan prasarana, maupun berbagai program pemberdayaan sosial lainnya, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, kami berharap semakin banyak lansia yang memperoleh kesempatan belajar serta meningkatkan kualitas hidupnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Salimah Kota Semarang, Farida, S.Pi., mengatakan wisuda perdana ini menjadi tonggak penting sejak Sekolah Lansia Salimah Kota Semarang resmi dibuka pada 2025.
Sebanyak 22 wisudawati berhasil menyelesaikan proses pembelajaran selama satu tahun penuh sebelum akhirnya diwisuda.
Menurut Farida, prosesi wisuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas semangat para lansia yang tetap memiliki keinginan kuat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.












