Meski karya-karyanya seperti Le Bateau Ivre, Une Saison en Enfer, dan Illuminations menjadikannya tokoh penting dalam dunia sastra, tidak banyak yang mengetahui bahwa ia pernah datang ke Hindia Belanda.
Pada 1876, Rimbaud meninggalkan dunia sastra dan bergabung dengan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL) demi memperoleh biaya perjalanan ke Asia.
Setelah tiba di Batavia pada Juli 1876, ia dikirim ke Semarang sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan jalur kereta menuju Kedungjati, Tuntang, dan Salatiga.
Namun, hanya dua pekan setelah tiba di markas militer Salatiga, Rimbaud memutuskan membelot dari dinas militer kolonial pada 15 Agustus 1876.
Setelah itu jejaknya menjadi misteri hingga akhirnya diketahui kembali ke Eropa pada tahun yang sama.
Perjalanan singkat tersebut kemudian menjadi salah satu episode paling menarik dalam kehidupan Arthur Rimbaud sekaligus menjadi bagian dari sejarah hubungan budaya Prancis dan Indonesia.












