“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman,” kata Agustina, Jumat (21/8/2026).
“Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” imbuhnya.
Menurutnya, penggunaan sistem otomatis menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kendala penyiraman yang selama ini masih banyak mengandalkan armada mobil tangki.
Mobilitas kendaraan di tengah kepadatan lalu lintas terkadang membuat proses penyiraman tidak dapat dilakukan sesuai jadwal.
Dengan sistem berbasis timer, penyiraman dapat dilakukan secara lebih teratur sehingga kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi tepat waktu.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati, yang akrab disapa Pipie, menjelaskan sistem penyiraman yang diterapkan saat ini menggunakan pengaturan timer sesuai kebutuhan masing-masing taman.












