Di sisi lain, Agustina mengajak masyarakat ikut berperan menjaga taman dan berbagai fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, keberadaan teknologi tetap membutuhkan dukungan kepedulian masyarakat agar ruang terbuka hijau dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian bersama. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk kita semua,” pungkasnya.
Pengembangan sistem penyiraman otomatis tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan taman kota yang semakin modern, efisien, dan adaptif terhadap perubahan kondisi cuaca.
Dengan kombinasi teknologi dan partisipasi masyarakat, ruang hijau di Kota Semarang diharapkan tetap menjadi ruang publik yang teduh dan nyaman meski musim kemarau berlangsung panjang.***












