“Anak-anak cukup bagus penampilannya. Memang lawannya juga bagus, persaingannya cukup ketat,” terangnya.
Selain faktor regenerasi, berkurangnya jumlah kelas yang diikuti juga memengaruhi peluang Kota Semarang dalam perburuan medali.
Pada Porprov sebelumnya, kontingen Kota Semarang mampu mengikuti 11 kelas. Namun, pada Porprov Jateng 2026, mereka hanya berpartisipasi di tujuh kelas, yakni 55, 70, 75, 80, 85, 90, dan 95 kilogram.
Salah satu nomor yang menjadi perhatian adalah kelas 55 kilogram. Pada kelas tersebut, Kota Semarang sebelumnya memiliki atlet andalan yang mampu bersaing memperebutkan medali.
“Di kelas 55 kilogram, dulu kita yang memegang. Namun, karena regenerasi, hasilnya belum sesuai harapan. Dulu kita ikut 11 kelas, sekarang hanya tujuh kelas,” jelasnya.
Meski belum berhasil meraih medali emas, Puryanto menilai hasil Porprov kali ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan atlet ke depan.












