“Kenapa kita laksanakan tanggal 18 Agustus, karena di RT sebelah juga sudah melaksanakan tasyakuran. Kami tidak ingin kegiatan bersamaan dan jalan ditutup semua. Jadi kami atur waktunya supaya seluruh kegiatan warga bisa berjalan dengan baik dan tetap saling menghormati,” jelasnya.
Ia berharap tradisi tasyakuran dan kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
“Terima kasih sekali lagi kepada seluruh warga yang sudah hadir. Mari kita jaga RT 02 agar selalu guyub, rukun, saling membantu dan saling menghormati. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka, merdeka, merdeka!” serunya.
Sesepuh Kampung Harap Kerukunan Turun kepada Anak Cucu
Suasana haru sekaligus hangat terasa ketika sesepuh kampung, Selamet Widodo, menyampaikan sambutan.
Widodo mengaku terharu dan bangga melihat warga RT 02 masih mempertahankan tradisi berkumpul dan menggelar tasyakuran dalam memperingati kemerdekaan.












