Achmad Fathoni juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pola pikir bisnis.
“Kami di pemerintah daerah berupaya tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga pendampingan. Karena perubahan mindset itu lebih penting daripada sekadar kemampuan teknis. Digitalisasi harus dimaknai sebagai perubahan cara berpikir dalam menjalankan usaha,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan workshop seperti ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku UMKM, sehingga tercipta ekosistem usaha yang lebih kuat dan kompetitif.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini saja, tetapi terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat UMKM Wonosobo agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan global,” pungkasnya.***












