“Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif. Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi langsung pekerja di lapangan agar mampu menerapkan metode pengeboran semi-mekanik sesuai standar teknik sipil,” ujar Dhamang.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik lapangan.
Materi mencakup tahapan pekerjaan pondasi sumuran, teknik pengeboran semi-mekanik, pengendalian mutu, serta penerapan K3.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, dengan rata-rata kenaikan hampir 30 persen.
Peningkatan terbesar tercatat pada aspek metode pengeboran semi-mekanik dan penerapan K3.
Selain pendampingan, tim juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan dokumentasi teknis sebagai pedoman kerja bagi mitra.












