Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, menegaskan bahwa penanganan persoalan pekerja migran Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Keterlibatan perguruan tinggi dan berbagai pihak terkait dinilai penting untuk memperluas edukasi, pendampingan, serta upaya pencegahan terhadap persoalan yang dihadapi PMI.
Salah satu bentuk kolaborasi yang diusulkan adalah memasukkan materi mengenai migrasi aman ke dalam program KKN mahasiswa USM.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengikuti prosedur migrasi yang aman dan sesuai dengan ketentuan.
Selain edukasi, kerja sama ini juga berpotensi dikembangkan melalui layanan konseling dengan melibatkan keahlian akademik yang dimiliki USM, termasuk bidang psikologi.Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pekerja migran Indonesia, anak-anak PMI, serta pihak lain yang terlibat dalam penanganan berbagai persoalan terkait.












