Agustina pun mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat. Menurutnya, kemeriahan karnaval menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas semangat gotong royong dan gegap gempita ini. Karnaval merupakan upaya nyata masyarakat untuk merekatkan persaudaraan dan menjaga kebersamaan di lingkungan,” ujarnya.
Bagi Agustina, kegiatan semacam itu memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Karnaval menjadi ruang bagi warga untuk bertemu, berinteraksi, sekaligus menyalurkan kreativitas secara bersama-sama.
Semangat serupa kemudian terlihat di Kecamatan Mijen. Warga dari 14 kelurahan mengikuti Kirab Budaya Gunungan dengan membawa berbagai hasil bumi yang menjadi potensi wilayah setempat.
Sayur-mayur, buah-buahan, durian hingga petai disusun menjadi gunungan dan diarak dalam suasana penuh kemeriahan. Tradisi tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan potensi ekonomi masyarakat.












