Keberhasilan implementasi layanan satu jam tersebut didukung oleh integrasi sejumlah platform digital nasional, di antaranya Satu Sehat dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).
Integrasi data tersebut memungkinkan proses verifikasi dilakukan lebih cepat, akurat, dan transparan.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, hingga kementerian terkait di tingkat pusat.
Agustina berharap inovasi L1ON dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi model pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memiliki kepastian hukum merupakan hak seluruh warga negara. Kami berharap L1ON dapat menjadi standar baru pelayanan publik di Kota Semarang, sekaligus mendukung profesionalisme tenaga kesehatan dan perlindungan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.***












