Karena itu, Pemerintah Kota Semarang mendorong penataan kawasan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis sebagai bagian dari destinasi wisata budaya.
Pengembangan tersebut diharapkan tetap mempertahankan karakter asli kawasan, termasuk permukiman dan kehidupan masyarakat yang telah tumbuh di dalamnya.
Menurut Agustina, kemajuan kawasan Pecinan tidak harus menghilangkan identitas masa lalunya.
Justru, sejarah dan tradisi dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan wajah Semarang yang semakin menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Nuansa pertemuan antara masa lalu dan masa kini juga terlihat dalam salah satu rangkaian festival melalui pertunjukan imersif yang mengangkat kisah Laksamana Cheng Ho.
Sejarah dikemas melalui pendekatan visual dan teknologi sehingga lebih dekat dengan generasi muda. Cara tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuat cerita sejarah tetap relevan di tengah perkembangan zaman.












