Semangat toleransi yang telah mengakar selama bertahun-tahun, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam pembangunan kota.
Melalui pertunjukan bertajuk Harmoni Semarang, Pemerintah Kota Semarang memperkenalkan perjalanan sejarah dan kekayaan budaya kota kepada masyarakat.
Pertunjukan tersebut menampilkan berbagai unsur budaya khas Semarang, mulai dari dolanan bocah, semangat perjuangan dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol persatuan masyarakat lintas agama dan etnis.
Agustina berharap semakin banyak ruang pertunjukan dan panggung budaya yang dapat dimanfaatkan oleh para seniman, pelajar, serta komunitas budaya untuk menampilkan karya-karya mereka.
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Semarang.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Semarang juga akan memperkuat berbagai agenda budaya yang telah masuk dalam kalender pariwisata daerah.












