Ia menambahkan, pameran tersebut juga menampilkan berbagai sumber sejarah lokal yang selama ini belum banyak digali, termasuk informasi mengenai sejumlah tokoh penting yang terlibat dalam perjuangan.
“Kami berharap pameran ini dapat menjadi pintu masuk bagi penelitian dan penelusuran sejarah yang lebih luas,” katanya.
Angkat Peran Tokoh dan Masyarakat
Melalui materi yang disajikan, pameran ini memperluas perspektif pengunjung dalam memahami Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Tidak hanya menampilkan kronologi pertempuran dan perjuangan bersenjata, pameran juga mengangkat peran tokoh, jaringan organisasi, serta pengalaman masyarakat dari beragam latar belakang sosial dan budaya.
Sejumlah tokoh yang diperkenalkan dalam pameran tersebut antara lain R.M. Bambang Soeprapto, Ibnu Parna, K.R.M.T. Wongsonegoro, Mgr. Albertus Soegijapranata, dan Mr. Kasman Singodimedjo.












