Apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran juga disampaikan pengunjung, Gregorious Hendrawan Manurung. Ia menilai pameran di Rumah PoHan mampu memadukan penyajian artistik dengan materi sejarah yang disusun berdasarkan riset mendalam.
“Pameran di Rumah PoHan ini, selain secara artistik ditata dengan bagus, materi di dalamnya juga dinarasikan dengan baik sekali karena didahului oleh riset yang mendalam terlebih dahulu.
Hal ini membuat pengunjung tidak hanya menikmati penyajian visualnya, tetapi juga dapat memahami konteks sejarah yang disampaikan,” ungkap Gregorious.
Dorong Penelusuran Sejarah Lokal
Bagi Rumah PoHan, pameran ini bukan menjadi akhir dari upaya memahami Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi berbagai pihak untuk terus menggali sumber sejarah dan memperkaya dokumentasi mengenai perjuangan kemerdekaan.












