Sejarawan, akademisi, peneliti, arsiparis, seniman, budayawan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat berkolaborasi dalam mengembangkan pengetahuan serta karya kebudayaan yang berangkat dari sejarah lokal.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penelitian, pengumpulan arsip, pendokumentasian kesaksian, serta pengembangan buku, film dokumenter, dan karya seni yang mengangkat perjalanan sejarah Semarang.
Delapan puluh satu tahun setelah Pertempuran Lima Hari, tantangan yang dihadapi bukan hanya menjaga ingatan tentang keberanian para pejuang, tetapi juga memberikan ruang bagi pengalaman masyarakat yang selama ini belum banyak terdokumentasikan.
Melalui pameran “DARI SEMARANG KITA MULAI: 81 Tahun Pertempuran Lima Hari di Semarang”, Rumah PoHan mengajak masyarakat menempatkan sejarah Semarang dalam cakupan sejarah nasional sekaligus menjadikan pengalaman masa lalu sebagai bahan refleksi untuk memahami kehidupan bersama pada masa kini.












