SEMARANG, (Repronews.id) – Di balik kehidupan masyarakat yang harmonis, ada banyak sosok yang selama ini mengabdi tanpa banyak sorotan. Mulai dari modin yang mendampingi warga di saat duka, guru mengaji yang menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak, hingga marbot yang setiap hari menjaga rumah ibadah.
Kepada mereka, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan perhatian lebih melalui perluasan program bisyaroh.
Pada 2026, jumlah penerima bisyaroh meningkat signifikan menjadi 9.992 orang, naik dari 6.572 penerima pada 2025.
Kenaikan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap para penggerak keagamaan dan sosial yang selama ini berperan menjaga kehidupan spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah bagi mereka yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan.












