Kehadirannya perlu dijaga secara konsisten agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.
“Harapannya kegiatan pangan murah ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi tetap berlanjut dan konsisten sepanjang tahun,” kata Agustina.
Dalam dialog daring bersama 16 kecamatan, Agustina juga melihat langsung komoditas yang paling banyak diburu masyarakat. Beras dan telur menjadi dua bahan pokok yang disebut paling cepat habis.
Tingginya permintaan tersebut menjadi catatan penting bagi Pemkot Semarang untuk menyesuaikan jumlah pasokan sekaligus mempertimbangkan peningkatan frekuensi pelaksanaan GPM di tingkat masyarakat.
“Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditingkatkan, paling tidak sepekan sekali. Semakin sering digelar, tentu manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.












