Lebih lanjut, Agustina berharap status WBTB dapat memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, warisan budaya tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan status ini, kuliner seperti Bubur Khoja dan Lam Kowan memiliki daya tarik lebih sebagai wisata kuliner. Kami ingin Semarang dikenal tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kaya akan tradisi dan keberagaman budaya,” pungkasnya.***












