Lebih lanjut, Agustina menekankan pentingnya penyelenggaraan festival dan pergelaran budaya secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga eksistensi seni budaya sekaligus membangun regenerasi pelaku seni.
Menurutnya, festival budaya memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, dan penguatan ekosistem seni budaya.
“Festival budaya harus terus hidup. Dari festival lahir ruang kreativitas, ruang pembelajaran, dan ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mencintai budayanya. Budaya akan terus berkembang jika diberikan panggung dan kesempatan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Semarang terus menghadirkan berbagai agenda budaya yang melibatkan komunitas seni dan masyarakat.
Salah satu agenda besar yang akan digelar adalah Festival Kota Lama pada September mendatang dengan menghadirkan beragam atraksi seni tradisional, pertunjukan wayang, kuliner khas Semarang, hingga berbagai aktivitas yang menggambarkan kehidupan Kota Semarang pada masa lampau.












