BeritaGaya HidupRegional

Bukan Sekadar Musik, Karawitan Jadi Jalan Warga Binaan Lapas Semarang Menempa Diri

31
×

Bukan Sekadar Musik, Karawitan Jadi Jalan Warga Binaan Lapas Semarang Menempa Diri

Sebarkan artikel ini

Di sinilah tantangan sebenarnya dimulai. Setiap pemain dituntut tidak hanya mampu memainkan instrumennya sendiri, tetapi juga harus mendengarkan dan menyesuaikan diri dengan pemain lain agar tercipta harmoni.

Suasana latihan pun berlangsung serius namun penuh kekhidmatan. Sesekali arahan dari sang pelatih terdengar di antara dentingan perunggu yang mengisi ruangan.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan seni karawitan dipilih sebagai salah satu kegiatan pembinaan karena memiliki nilai filosofis yang erat dengan proses pembentukan karakter.

Menurutnya, karawitan mengajarkan banyak hal yang relevan dengan kehidupan, mulai dari kedisiplinan, kesabaran, kemampuan mengendalikan diri hingga pentingnya menjaga keselarasan dengan orang lain.

“Seni karawitan bukan sekadar membunyikan instrumen, melainkan proses menempa kedisiplinan, kesabaran, dan keselarasan jiwa. Kami ingin pembinaan berbasis budaya ini membentuk karakter warga binaan agar lebih matang, tertib, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” tegas Ahmad Tohari.