Agustina juga mengungkapkan sejumlah kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan, mulai dari keraguan sebagian warga untuk memberikan data hingga terbatasnya akses ke kawasan perumahan elite dan area industri.
Padahal, sensus ekonomi hanya dilaksanakan sekali dalam sepuluh tahun sehingga hasilnya menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah.
Untuk mempercepat capaian pendataan sebelum batas akhir pada 31 Agustus 2026, Pemerintah Kota Semarang tengah mengkaji pemberian apresiasi kepada kecamatan dengan capaian pendataan terbaik sebagai bentuk motivasi.
“Jangan takut ya, nanti kalau ada petugas sensus yang datang ke tempat warga. Mari kita dukung karena ini penting untuk mengambil kebijakan ekonomi pemerintah pusat,” ajaknya.
Sebagai tindak lanjut, Wali Kota menginstruksikan seluruh camat memperkuat koordinasi hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW guna mendukung kelancaran proses pendataan.












