BeritaRegional

Cegah Risiko Gagal Bayar, Pemkot Semarang Rasionalisasi Belanja APBD 2026

40
×

Cegah Risiko Gagal Bayar, Pemkot Semarang Rasionalisasi Belanja APBD 2026

Sebarkan artikel ini

Salah satu pertimbangan utama dalam rasionalisasi anggaran tersebut adalah realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan retribusi.

Hingga triwulan III 2026, penerimaan dari sektor tersebut disebut belum mencapai 50 persen dari target. Bahkan, sejumlah jenis retribusi daerah masih berada di bawah 30 persen.

Kondisi itu tidak terlepas dari perlambatan pertumbuhan ekonomi yang turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi tercatat turun dari 5,61 persen pada kuartal I menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026.

Sebagai daerah yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan serta tidak memiliki sumber daya tambang sebagai sumber penerimaan, pajak dan retribusi menjadi salah satu tumpuan penting bagi pendapatan Kota Semarang.