“Kami berharap, melalui partisipasi dalam forum akademik tersebut, FTP Universitas Semarang terus meningkatkan kontribusinya dalam menghasilkan dan menyebarluaskan inovasi teknologi pangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun perkembangan industri,” ungkapnya.
Ia menegaskan, inovasi pangan pada masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi pengolahan.
Pemahaman terhadap kebutuhan, preferensi, dan persepsi konsumen juga harus menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk.
Menurutnya, perpaduan antara pendekatan ilmiah dan pemahaman terhadap respons konsumen dapat membantu menghasilkan produk pangan yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga mampu bersaing di tengah perkembangan industri.
“Sebab, produk pangan yang berhasil bukan hanya produk yang unggul secara ilmiah, melainkan juga produk yang benar-benar diterima dan disukai masyarakat,” tandasnya.***(bgy)












