“Berdasarkan hasil evaluasi teknis, penanganan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan,” ujar Suwarto.
“Untuk kerusakan ringan dilakukan penutupan lubang atau patching, sedangkan kerusakan sedang hingga berat ditangani melalui perbaikan perkerasan maupun rekonstruksi struktur jalan. Seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan hasil survei lapangan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan kerusakan di Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh dipengaruhi tingginya intensitas kendaraan angkutan material yang melintasi kedua ruas tersebut sebagai akses menuju dan dari kawasan galian di wilayah Kalipancur.
Karena itu, metode penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing titik kerusakan.
Dalam waktu dekat, DPU juga akan melakukan pekerjaan patching di Jalan Abdulrahman Saleh, tepatnya di depan SMP H. Isriati.












