Ia menjelaskan, Ormas memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Karena itu, keberlanjutan organisasi menjadi aspek penting yang perlu terus diperkuat.
Menurut Naneth, konsep organisasi hibrida memadukan misi sosial dengan strategi kewirausahaan sehingga organisasi tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat, namun memiliki sumber daya finansial yang berasal dari aktivitas ekonomi yang sah, produktif, dan selaras dengan visi organisasi.
Ia menambahkan, transformasi menuju organisasi yang mandiri tidak dapat dilakukan secara instan.
Proses tersebut membutuhkan perubahan budaya organisasi, kepemimpinan yang adaptif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen seluruh anggota.
“Transformasi Ormas merupakan proses yang dinamis. Keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan organisasi membangun kolaborasi internal, mengembangkan inovasi, dan mengintegrasikan misi sosial dengan strategi kewirausahaan,” jelasnya.












