“GP Ansor Jawa Tengah ingin melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan digital,” ujarnya.
Dengan edukasi keamanan digital, ia berharap bisa menjadi jembatan penting, agar para kader maupun masyarakat tidak mudah menjadi korban kejahatan siber yang terus berkembang.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Prof. Yudho Giri Sucahyo. Ia menjelaskan bahwa kejahatan siber, khususnya phishing, terus berkembang karena adanya motif ekonomi.
“Misalnya, kita basmi 1.000, pasti muncul 2.000 dan semakin berkembang,” katanya.
Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan kejahatan siber tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Edukasi masyarakat juga diperlukan agar pengguna internet mampu mengenali modus kejahatan dan mengantisipasinya.












