Menurutnya, perempuan tidak hanya dituntut untuk menjaga keanggunan dalam tradisi, tetapi juga harus cerdas dan berdaya dalam berkarya serta meraih prestasi.
“Kartini masa kini bukan sekadar simbol kebaya, tetapi sosok perempuan yang berani berkarya baik sebagai pemimpin, dokter, guru, wirausahawan, maupun ibu dalam keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sinta Pramucitra menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi perempuan untuk terus berkembang dan saling menginspirasi.
Tema yang diangkat, kata dia, mencerminkan kekayaan dan keberagaman perempuan Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk bertumbuh, mengekspresikan diri, serta memberikan makna dalam setiap langkah kehidupan,” tuturnya.
Peringatan Hari Kartini ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.***(bgy)












